Apa itu TKA?
TKA adalah Tes Kemampuan Akademik
|
Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan asesmen terstandar yang digunakan untuk memberikan informasi mengenai capaian akademik individu murid. TKA dikembangkan karena diperlukan informasi capaian akademik yang dapat dibandingkan secara lebih objektif antarmurid yang berasal dari satuan pendidikan yang berbeda. Hal ini penting karena nilai yang diperoleh dari penilaian internal sekolah, seperti nilai rapor, dapat berasal dari standar penilaian yang berbeda-beda. https://pusmendik.kemendikdasmen.go.id/tka/page/download Dalam kebijakan Kemendikdasmen, TKA ditempatkan sebagai penilaian terstandar capaian akademik murid yang diselenggarakan pemerintah dan berbasis komputer. TKA dapat menyediakan informasi capaian akademik yang diperlukan antara lain untuk seleksi akademik, pemetaan mutu, dan perbaikan proses pembelajaran. Kebijakan TKA Mengapa TKA diperlukan?TKA dikembangkan untuk menjawab kebutuhan terhadap informasi capaian akademik yang lebih objektif dan terstandar. Perbedaan standar penilaian antarsekolah dapat menyebabkan nilai yang sama tidak selalu menunjukkan tingkat penguasaan akademik yang sama. Melalui asesmen terstandar, skor TKA diharapkan lebih memungkinkan untuk dibandingkan lintas satuan pendidikan. Salinan Perkaban tentang Kerang… Namun, TKA bukan pengganti penilaian yang dilakukan sekolah. Penilaian oleh guru dan satuan pendidikan tetap memiliki fungsi penting dalam proses pembelajaran. TKA juga tidak digunakan untuk menentukan kelulusan murid; keputusan kelulusan tetap menjadi kewenangan pendidik dan satuan pendidikan. Salinan Perkaban tentang Kerang… Untuk apa hasil TKA digunakan?TKA tidak hanya diposisikan sebagai instrumen pengukuran. Kerangka resmi TKA menjelaskan bahwa hasil dan karakteristik asesmen juga dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan. TKA dapat menjadi acuan bagi pendidik dalam merancang pembelajaran serta memberikan contoh bagaimana asesmen dapat mengukur pemahaman konseptual, pemecahan masalah, dan kemampuan bernalar. Hasil TKA juga dapat melengkapi informasi dari Asesmen Nasional dalam pemetaan mutu hasil belajar pada akhir jenjang. Salinan Perkaban tentang Kerang… TKA untuk Jenjang SD/MIUntuk jenjang SD/MI/sederajat, terdapat dua mata uji: Bahasa Indonesia dan Matematika. Peserta TKA mengerjakan kedua mata uji tersebut. Salinan Perkaban tentang Kerang… Karena tkasd.com berfokus pada matematika, bagian selanjutnya dapat khusus membahas TKA Matematika SD/MI. Apa yang diukur dalam TKA Matematika SD?TKA Matematika SD/MI mengukur kemampuan siswa dalam memahami fakta, konsep, prinsip, dan prosedur matematika, serta kemampuan menggunakan pengetahuan tersebut untuk menyelesaikan masalah. Salinan Perkaban tentang Kerang… Permasalahan tidak selalu disajikan sebagai perhitungan langsung. Pengetahuan matematika dapat diukur melalui konteks matematika maupun situasi kehidupan sehari-hari, seperti situasi yang berkaitan dengan diri siswa, keluarga, atau lingkungan di sekitarnya. Salinan Perkaban tentang Kerang…
Muatan TKA Matematika SD/MIBerdasarkan Kerangka Asesmen TKA SD/MI, muatan matematika mengacu pada materi yang dipelajari siswa dalam Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Terdapat tiga elemen utama, yaitu: Bilangan Geometri dan Pengukuran Data Kerangka resmi secara eksplisit mengelompokkan muatan TKA Matematika SD ke dalam Bilangan, Geometri dan Pengukuran, serta Data. Salinan Perkaban tentang Kerang… Catatan penting untuk web Anda: jangan lagi menampilkan Laju Perubahan sebagai elemen TKA yang berdiri sendiri. Jika digunakan dalam soal CALE-TKA, sebaiknya ditempatkan sebagai submateri/konteks pengukuran sesuai kerangka yang Anda gunakan. Kompetensi Matematika yang DiukurTKA Matematika SD tidak hanya mengukur kemampuan memperoleh jawaban yang benar. Berdasarkan kerangka resmi, kompetensi matematis yang diukur meliputi:
Bagian website dapat dibuat lebih komunikatif seperti berikut: Pengetahuan MatematikaSiswa mengenali dan menggunakan fakta, konsep, prinsip, serta prosedur matematika. Representasi MatematisSiswa memahami dan menggunakan gambar, diagram, tabel, simbol, model, atau bentuk representasi matematika lainnya. PenalaranSiswa menjelaskan hubungan matematis, menganalisis informasi, dan menggunakan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemecahan MasalahSiswa menggunakan beberapa konsep dan strategi untuk menyelesaikan permasalahan, termasuk situasi baru atau tidak rutin. Koneksi MatematisSiswa menghubungkan berbagai konsep matematika serta mengaitkan matematika dengan situasi yang relevan. Tiga Level Kognitif dalam TKA MatematikaKerangka TKA Matematika SD menetapkan tiga level kognitif: 1. Pengetahuan dan PemahamanKnowing and Understanding Pada level ini siswa dapat melakukan aktivitas seperti menghitung, memahami informasi, mengelompokkan, dan mengidentifikasi objek atau informasi berdasarkan fakta, konsep, dan prinsip matematika. Salinan Perkaban tentang Kerang… 2. AplikasiApplying Pada level aplikasi, siswa menggunakan pengetahuan matematika untuk menghadapi permasalahan. Aktivitasnya dapat meliputi memodelkan masalah kontekstual, mengaplikasikan konsep atau rumus, serta menginterpretasikan informasi atau hasil matematika. Salinan Perkaban tentang Kerang… 3. PenalaranReasoning Pada level ini siswa berhadapan dengan tuntutan berpikir yang lebih kompleks. Siswa dapat diminta untuk menganalisis hubungan antarkonsep dan menggunakan berbagai fakta, konsep, prosedur, serta representasi untuk menyelesaikan masalah dalam situasi baru atau konteks yang tidak rutin. Salinan Perkaban tentang Kerang… Untuk tampilan web, tiga level ini bisa divisualisasikan sederhana: Memahami → Mengaplikasikan → Menalar dengan keterangan: Knowing & Understanding → Applying → Reasoning Bentuk Soal TKATKA memiliki soal tunggal dan soal grup. Soal tunggal berdiri sendiri, sedangkan soal grup terdiri atas beberapa pertanyaan yang menggunakan stimulus yang sama. Salinan Perkaban tentang Kerang… Kerangka TKA juga menetapkan tiga bentuk soal: Pilihan Ganda Sederhana (PG) Pilihan Ganda Kompleks – MCMA Pilihan Ganda Kompleks – Kategori Panduan penulisan soal terstandar Kemendikdasmen juga membedakan antara soal tunggal dan soal grup, dengan soal grup menggunakan satu stimulus untuk beberapa butir pertanyaan. PANDUAN PENULISAN SOAL TES AKAD… Bagaimana Karakter Soal TKA Matematika?Untuk siswa, saya menyarankan narasi yang lebih sederhana:
Ini sesuai dengan kerangka resmi yang menempatkan problem solving, representasi, penalaran, aplikasi, dan interpretasi sebagai bagian dari kompetensi yang diukur. Salinan Perkaban tentang Kerang… Hubungan TKA dengan PembelajaranIni menurut saya bagian paling penting untuk tkasd.com, karena menjadi jembatan menuju CALE-TKA. Gunakan narasi berikut: TKA sebagai Bagian dari Proses BelajarTKA tidak seharusnya dipahami hanya sebagai kegiatan mengerjakan latihan soal sebanyak-banyaknya. Kerangka asesmen TKA mengingatkan bahwa asesmen terstandar dapat menimbulkan risiko penyempitan pembelajaran apabila guru dan siswa hanya berfokus pada kompetensi yang diujikan. Pada saat yang sama, TKA dapat mendukung pembelajaran yang lebih mendalam apabila dirancang, digunakan, dan ditindaklanjuti secara tepat. Salinan Perkaban tentang Kerang… Di dalam Web-Based CALE-TKA, soal berorientasi TKA digunakan bukan hanya untuk mengetahui apakah jawaban siswa benar atau salah, tetapi untuk memperoleh informasi tentang bagaimana siswa memahami masalah, memilih strategi, menggunakan matematika, dan menjelaskan hasilnya. Informasi dari jawaban siswa kemudian digunakan untuk mendukung proses: TKA-Oriented Task → Student Response → Evidence of Thinking → Feedback → Reflection → Revision → Mathematical Literacy Dengan demikian, asesmen menjadi bagian dari proses pembelajaran. TKA dan Literasi MatematisDari Soal TKA menuju Literasi MatematisTKA Matematika mengukur kemampuan siswa dalam menggunakan pengetahuan matematika untuk menyelesaikan masalah, termasuk permasalahan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Kompetensi seperti representasi, penalaran, pemecahan masalah, dan koneksi matematis memiliki keterkaitan yang kuat dengan kemampuan siswa menggunakan matematika secara bermakna. Dalam CALE-TKA, proses tersebut dikembangkan lebih lanjut melalui aktivitas: Formulate Employ Interpret and Evaluate Setelah itu, siswa memperoleh feedback, melakukan reflection, dan diberi kesempatan melakukan revision. Kotak Ringkasan untuk HomepageAnda juga dapat membuat kartu sederhana: TKA Matematika SD dalam SekilasMata Uji: Matematika Narasi penutup halaman
Kemudian tombol: Mulai Latihan TKA Matematika Untuk tkasd.com, struktur halaman yang paling saya rekomendasikan adalah Apa itu TKA → Mengapa TKA → Tujuan → TKA Matematika SD → Muatan → Kompetensi → Level Kognitif → Bentuk Soal → TKA & Literasi Matematis → Mulai Belajar di CALE-TKA. Ini tetap setia pada dokumen resmi Kemendikdasmen, tetapi bahasa dan alurnya lebih mudah dipahami siswa, guru, dan orang tua. |
||||